Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Dunia Bayi. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Kenapa Bayi Sering Muntah

Bayi yang sehat sewaktu waktu bisa saja secara spontan mengeluarkan cairan yang telah diminumnya .Hal ini biasa disebut gumoh .Namun, bila muntahannya banyak ini bisa disebabkan oleh reflux. Sedangkan bayi berusia kurang dr 2 bulan yg tampak sakit dan muntah tiap kali sehabis minum, ada kemungkinan mengalami stenosis pilorus.

Kenapa Bayi Sering Muntah

Tetapi bila muntah tidak ada kaitannya dengan minum susu dan muntahannya berwarna hijau, perlu dipikirkan kemungkinan adanya sumbatan pada usus. Bila bayi demam dan muntah2 disertai dengan batuk, itu bisa saja karena bronkiolitis atau bahkan pertusis.

Sedangkan bila anak muntah disertai dengan diare, itulah yg biasanya disebut sebagai gastroenteritis. Bila muntah disertai demam pada bayi berusia lebih dari 2 bulan, harus diperhatikan kesadarannya.

Kami agen situs penerbit content placement Indonesia, jasa kerjasama penerbitan, menerima jasa content placement dengan pemasangan content placement untuk jangka pendek dengan minimal satu kali mengirim content placement, dan menerima kerjasama jangka panjang yang anda inginkan.

Bila terjadi penurunan kesadaran disertai dengan kuduk kaku, kita harus mencurigai kemungkinan meningitis. Bila bayi tidak mengalami demam dan muntahnya kehijauan, pikirkan kemungkinan adanya sumbatan pada usus.

1. Muntah Pada Anak
Seperti sudah dikemukakan sebelumnya, bila muntah berwarna kehijauan selalu pikirkan kemungkinan adanya sumbatan pada usus. Bila muntah tidak kehijauan tetapi disertai dengan sakit perut hebat terus-menerus (lebih dari 6 jam), pikirkan kemungkinan apendisitis atau radang usus buntu.

Bila anak mengalami penurunan kesadaran dan mempunyai riwayat trauma kepala, maka kita harus memikirkan kemungkinan penyebabnya adalah trauma kepala.

Namun, bila tidak ada riwayat trauma kepala namun anak mengeluh sakit kepala hebat, kuduk kaku, ada bintik2 merah yg tidak hilang bila ditekan, pikirkan kemungkinan meningitis.

Pada anak yang sudah agak besar bila selain muntah tinjanya berwarna pucat (seperti dempul), apalagi bila diikuti dengan kuning (jaundice) maka kemungkinan besar penyebabnya adalah hepatitis.

Anak juga bisa muntah akibat terlalu girang (excited) atau akibat berkendaraan (motion sickness). Di lain pihak bila anak menunjukkan dua atau lebih gejala berikut yaitu demam, sakit saat berkemih, sakit perut, mengompol, pikirkan kemungkinan infeksi saluran kemih.

2. Pemicu Muntah
Berikut ini ada beberapa bahasan singkat penyebab muntah pada bayi dan anak yg sumbernya di saluran pencernaan.

3. Gumoh Dan Reflux
Bayi yg menangis kuat sebelum minum atau bayi yg minum dgn rakus, biasanya akan banyak menelan udara. Udara ini akan terperangkap di lambung bayi dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Karena itu ada beberapa hal yg harus diperhatikan yg bisa membantu agar bayi terhindar dari hal ini:

Setiap kali minum, posisi bayi harus agak tegak, jangan berbaring datar. Dalam posisi semi tegak, susu “mengendap” di dasar lambung sehingga anak tidak mudah gumoh, sendawakan bayi setiap sehabis minum, bila bayi minum dengan botol dan dot, periksa lubang dotnya.

Ukurannya harus tepat bagi bayi (tidak terlalu besar atau terlalu kecil) dan tidak tersumbat. Reflux biasanya muncul pada bayi usia beberapa minggu dan merupakan hal yg umum terjadi sampai usia satu tahun.

Reflux terjadi karena lemahnya otot di mulut lambung sehingga isi lambung bayi balik ke kerongkongan. Pada kebanyakan bayi, reflux hanya berlangsung untuk sementara waktu saja.

Gejalanya adalah sering muntah, regurgitasi (makanan yg sudah masuk ke lambung keluar kembali), batuk (bila sebagian makanan tersebut masuk ke saluran napas), rewel, serta berat badan sulit naik (bila reflux berlangsung untuk jangka lama). Beberapa tindakan berikut mungkin bisa membantu:

Ubah posisi tidur (tidur miring dengan kepala lebih tinggi dari kaki), biasakan makan dalam posisi tegak, termasuk bayi, posisikan bayi dalam posisi duduk saat kita memberikan makanan kepada mereka, makanan dibuat lebih kental.

4. Stenosis pilorik
merupakan suatu kondisi yg jarang terjadi. Stenosis pilorik adalah penyempitan di bagian ujung lambung tempat makanan keluar menuju ke usus halus. Akibat penyempitan tersebut, hanya sejumlah kecil isi lambung yg bisa masuk ke usus, selebihnya akan dimuntahkan sehingga anak akan mengalami penurunan berat badan.

Gejala tersebut biasanya muncul pada usia 2-6 minggu. Selain muntah hebat dan nyemprot, bayi juga terus-menerus merasa lapar, buang air besar tidak teratur, serta gelisah.

Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan dan bila terbukti diagnosisnya stenosis pilorik, diperlukan tindakan bedah untuk melebarkan daerah yg menyempit.

5. Sumbatan Usus
Anak berusia kurang dari 2 tahun bisa mengalami intususepsi yaitu masuknya sebagian usus halus ke usus besar yg mengakibatkan terganggunya jalan makanan di usus. Penyebab terjadinya intususepsi tidak diketahui.

Sumber sumbatan usus lainnya adalah hernia yg terjepit atau kelainan bawaan di usus. Gejalanya adalah sakit perut hebat yg hilang timbul, muntah kehijauan yg semakin lama semakin hebat, tidak bisa buang angin dan buang air besar, tinja berlendir dan ada darahnya. Pada kondisi yg lanjut, anak demam dan teraba benjolan di perut. Untuk kasus ini segera bawa anak ke rumah sakit.

6. Apendisitis
Apendisitis adalah infeksi dan radang apendiks yg memerlukan tindakan bedah. Gejalanya adalah sakit perut (umumnya di bagian kanan bawah) yg semakin terasa saat anak menarik napas, bergerak, atau bila ditekan di daerah tersebut.

Biasanya anak dgn apendisitis akan berbaring diam untuk mengurangi rasa sakit. Anak juga merasa mual, dengan atau tanpa muntah, demam, konstipasi, atau diare.

Jangan berikan obat penghilang rasa sakit dan segera bawa anak ke rumah sakit. Anak juga jangan diberi makan atau minum, untuk antisipasi bila dugaan adanya apendisitis benar dan anak perlu dioperasi.

Kami sedang mencari agen iklan untuk periklanan media nasional disetiap desa atau kelurahan di seluruh Indonesia, yang mau bekerja secara partime atau paruh waktu baik melalui online maupun nyata, dan ini tidak terikat target khusus.

7. Cara mengatasinya
Penanganan muntah pada anak tergantung penyebabnya. Jangan berikan obat antimuntah karena obat tersebut tidak menyembuhkan penyebab muntahnya, malahan dapat menyesatkan bila ternyata anak tengah menderita suatu kelainan saluran pencernaan yg memerlukan upaya bedah. Selain itu, obat antimuntah juga dapat menimbulkan efek samping.

8. Bantuan medis
Muntah yg tidak disertai dengan gejala lain dan tidak berulang, biasanya bukan hal yg perlu dikhawatirkan. Bawa segera anak ke rumah sakit/dokter bila:

Muntah kehijauan, sakit perut selama 6 jam, muncul bintik2 merah muda/keunguan yg tidak hilang saat ditekan, bayi muntah2 selama 6 jam terakhir atau anak selama 12 jam.

Apabila bayi menunjukkan gejala dehidrasi (ubun2 besar bayi jd cekung), matanya cekung, bibir kering, buang air kecil sedikit dan berwarna lebih tua dr biasanya, elastisitas kulit menurun, tidak mau minum, mengantuk luar biasa dan rewel.
thumbnail

Tumbuh Gigi Pada Bayi

Tumbuh gigi merupakan masa dimana saat giginya menembus gusi seiring dengan tumbuhnya akar giginya .Biasanya diringi dengan rasa nyeri serta tidak nyaman .

Biasanya gigi pertama si kecil akan muncul, memang tak ada patokan pasti. Rata-rata, pada mulai umur 6 bulan, gigi bayi sudah mulai kelihatan, namun ada juga yang sudah mulai tumbuh saat usia 3 bulan.
Di Indonesia, gigi anak-anak umumnya baru lengkap pada usia 3–3,5 tahun. Gigi-geligi yang disebut gigi susu tersebut, akan tanggal satu demi satu, untuk kemudian digantikan dengan gigi tetap. Jumlahnya sekitar 20 buah, yaitu sepuluh di atas dan sepuluh lagi di bawah.


Tumbuh gigi seringkali menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi, membuatnya resah dan mudah tersinggung. Bayi biasanya merasa paling kesakitan saat gigi pertamanya tumbuh karena itu sensasi baru, dan saat gigi geraham tumbuh karena ukurannya yang besar.
Rasa nyeri ini bias diikuti dengan meningkatkan suhu tubuh. Namun tidak sampai menimbulkan demam tinggi.Kadang bayi rewel, tubuhnya hangat, dan tak nafsu makan gara-gara hendak tumbuh gigi. Walaupun akan hilang dengan sendirinya, tapi ada baiknya orangtua mencoba mengatasinya .

Tanda - Tanda Bayi Tumbuh Gigi


  • Rewel serta menangis lebih sering di malam hari.
  • Sering berliur.
  • Selalu ingin menggigit untuk mengurangi rasa sakitnya. Berikan teether untuk membantu mengurangi rasa gatal dan sakit pada gusinya.
  • Pipinya memerah.
  • Suhu tubuhnya sedikit naik (tapi tidak lebih dari 39oC, yang menimbulkan demam).
  • Gusinya membengkak dan merah.
  • Lebih sering minta minum ASI, atau justru menolak minum ASI karena gusinya sakit.
  • Selera makannya rendah. 
  • Tidurnya tidak nyenyak.


Cara Mengatasinya


  • Beri dia banyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang karena banyak berliur.
  • Memberinya teether untuk digigiti (yang dapat didinginkan di kulkas lebih baik).
  • Dokter Ibu mungkin menyarankan memberikan pereda nyeri anak-anak seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Oleskan krim pencegah iritasi (barrier cream) ke dagu, leher dan dadanya untuk mencegah iritasi kulit di daerah yang terkena liur.
  • Alihkan perhatiannya dengan banyak pelukan atau mainan



thumbnail

Kejang Pada Bayi

Kejang ,atau yang biasa disebut step merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada balita .Kejang terjadi karena ada gangguan pada fungsi neurologis seperti tingkah laku ,motorik dan fungsi otonom .
Kebanyakan kejang pada BBL ( Bayi Baru Lahir ) timbul selama beberapa hari. Dan sebagian kecil dari bayi tersebut akan mengalami kejang lanjutan dalam kehidupannya kelak.

Kejang terjadi karena beberapa faktor ,sebagai berikut :


  • Bayi tidak menangis pada waktu lahir adalah penyebab yang paling sering. Timbul dalam 24 jam kehidupan pada kebanyakan kasus.
  • Perdarahan otak, dapat timbul sebagai akibat dari kekurangan oksigen atau trauma pada kepala.
  • Perdarahan subdural yang biasanya diakibatkan oleh trauma dapat menimbulkan kejang 
  • Gangguan metabolik seperti :

  1. Kekurangan kadar gula darah (Hipoglikomia), sering timbul dengan gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan pada bayi dengan ibu penderita diabetes melitus (DM). Jangka waktu antara hipoglikemia dan waktu sebelum pemberian awal pengobatan merupakan waktu timbulnya kejang. Kejang lebih jarang timbul pada ibu penderita diabetes, kemungkinan karena waktu hipoglikemia yang pendek.
  2. Kekurangan kalsium (hipokalsemia), sering ditemukan pada bayi berat badan lahir rendah, bayi dengan ibu penderita DM, bayi asfiksia, bayi dengan ibu penderita hiperparatiroidisme.
  3. Kekurangan natrium (Hiponatremia)
  4. Kelebihan natrium (Hipernatremia), biasanya timbul bersamaan dengan dehidrasi atau pemakaian bikarbonat berlebihan.


Cara menangani kejang pada anak :
  • Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.
  • Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.
  • Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.”
  • Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat anti kejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.”

sumber : informasi kesehatan
thumbnail

Kenapa Bayi Sering Menangis

Pada umumnya bayi akan sering menangis pada minggu-minggu pertama semenjak dia dilahirkan .Banyak sedikitnya tangisan itu berbeda-beda ,tergantung cepat dan memadainya pemenuhan kebutuhan untuk mereka .Biasanya bayi menangis itu sebelum saatnya makan dan sebelum saatnya tidur .Dan ketika bayi sudah dapat menyesuaikan diri dengan jadwal makan dan tidur ,maka tangisan bayi pun akan sedikit berkurang .Dan jangan sekali-kali menghentikan tangisnya dengan cara mengangkatnya setiap dia rewel atau menangis ,carilah apa yang salah dan jika tidak terlalu serius segeralah alihkan perhatianya .


Secara grafis tangisan bayi dibagi menjadi dua :


Menangis tanpa rasa sakit : Lapar ,haus ,perasaan tidak nyaman dan tidak enak ( kepanasan ,kedinginan ,popok basah ,berisik dll)
Menangis karena rasa sakit : seperti infeksi ,hernia dll

Menjelang tidur seringkali tangisan bayi tidak dapat dihindari ,memang menangis adalah respons primitif yang dilakukan bayi kepada orang-orang sekitarnya .Dan disini tugas orang tua lah yang mencari sumber penyebab tangisan itu agar ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil sedikit berkurang .

Lapar
Jika bayi merasa lapar ,maka dia akan membuka dan menutup mulutnya atau menghisap jarinya

Lelah
Jika si kecil mulai diam dan terlihat bosan dengan mainanya ,biasanya dia akan mengusap mata atau menguap berkali-kali ,mungkin ini juga pertanda waktunya untuk istirahat

Bosan
Rasa bosan seringkali dialami si kecil maka tak heran jika tiba-tiba dia menangis dengan suara yang melengking

Kesepian
Jika bayi tertidur digendongan dan tiba-tiba terbangun sambil menangis ketik ditaruh ,jangan panik karena bisa saja dia merasa panik dan takut ditinggal sendirian .Dan bisa saja itu cara dia untuk mengatakan kepada si ibu kalau dia tidak mau lepas dari hangat pelukan ibu

Terlalu banyak stimulasi
Siapa yang tidak senang dengan bayi yang lucu dan montok ,sehingga tidak jarang yang ingin mencubitnya atau sekedar menggodanya .Tak ayal bayi akan bingung menghadapi itu dan menutup mata atau mamalingkan muka sambil menangis .Itu artinya dia butuh ketenangan

Kolik
Kolik bayi adalah istilah yang digunakan untuk kedaan dimana bayi terus menerus menangis

Flu & Demam
Bayi sangat rentan terhadap flu ,umumnya flu ringan yang akan sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari .Dan bayi yang terkena flu umumnya rewel dan susah makan karena dia tidak leluasa bernafas

Ruam popok
Kulit bayi pada dasarnya sangat sensitif ,tak heran jika banya yang mengalami ruam popok .Biasanya timbul karena si kecil alergi terhadap amoniak yang berada di urin nya ,atau juga dia alergi terhadap bahan dasar popok tersebut

Gusi gatal
Pada umumnya si kecil akan mengalami ini saat usia 7 bulan .Pada waktu giginya menembus gusi biasanya timbul rasa tidak nyaman dan akhirnya si kecil pun rewel


Biasanya bayi yang terus-terusan menangis ,orang tua pun akan sering menggendong nya .Padahal bayi yang sering digendong itu tidak baik ,tidak ada keleluasaan dia untuk bergerak ,akibatnya motorik kasarpun tidak berkembang .



sumber : informasi kesehatan

thumbnail

ASI Lancar Bayi Pun Sehat

Banyak ibu baru yang sering merasa kesulitan saat awal-awal harus memberikan ASI untuk bayi mereka. Bahkan tak sedikit para ibu yang ASInya tidak bisa langsung keluar setelah melahirkan. Ditambah lagi, bayi baru lahir biasanya sering mengalami kebingungan puting.
Akhirnya, entah karena frustrasi atau kurang sabar, dan juga kasihan dengan bayi yang kelaparan, susu formula pun menjadi pilihan. Padahal, sebenarnya kita hanya perlu sedikit bersabar dan berusaha. Ada banyak cara untuk dapat membuat ASI Anda menjadi lancar dan berlimpah.




Berikut sebagaian cara untuk memaksimalkan kinerja ASI untuk Si Buah Hati :
1. Kurangi konsumsi kopi dan makanan berkafein, serta jauhi rokok.
2. Banyak minum air putih. Semakin banyak Anda minum, maka akan semakin banyak ASI yang terproduksi.
3. Minum habbatus sauda’ atau jintan hitam untuk memperlancar dan memperbanyak produksi ASI.
4. Perbaiki kualitas makanan yang Anda makan. Maksudnya, Anda harus rajin dan banyak makan makanan yang bergizi seperti sayur dan buah, serta daging dan susu.Pilihlah sayur-sayuran yang dapat mengentalkan ASI, serta membuat ASI menjadi enak untuk bayi Anda. Dengan demikian, bayi akan merasa kenyang, sehingga tidurnya pun nyenyak.
5. Biarkan bayi Anda menyusu langsung dari Anda. Meski awalnya sulit, Anda merasa payudara Anda sakit dan terluka karena awal-awal menyusui, serta ASI yang keluar sangat sedikit, Anda tetap harus berusaha. Jangan patah semangat. Terkadang, tangisan bayi memang akan membuat kita frustrasi. Maka cobalah untuk relaks. Sikap santai Anda akan membuat ASI keluar dengan lancar. Tapi, bila kita emosi, maka ASI akan sulit keluar.
Untuk makanan-nya disarankan oleh pakar gizi agar ASI Anda lancar dan berlimpah ,sebagai berikut :
1. Daun katuk. Daun katuk memiliki kandungan  vitamin A, C, B1, zat besi, kalium, protein, fosfor, sterol, alkaloid, dan asam seskuiterna. Sudah menjadi tradisi yang turun temurun, bahwa ibu menyusui yang banyak mengkonsumsi daun katuk, ASInya akan berlimpah dan kental.
2. Almond. Almond mengandung banyak kalsium yang sangat baik bagi Anda yangs edang menyusui. Almond juga sangat tinggi kalori dan tidak menyebabkan iritasi pada anak-anak, tetapi melakukan keajaiban untuk ASI Anda.
3. Pare atau paria. Sayuran ini memang sangat pahit rasanya. Tapi, ternyata pare memiliki khasiat yang sangat manjur untuk mengentalkan dan memperbanyak produksi ASI, sehingga bayi akan mudah kenyang. Pare mengandung vitamin K, likopen, fitokimia lutein, dan anti oksidan. Selain untuk kelancaran ASI, pare juga bagus untuk merangsang produksi insulin, menurunkan kadar gula di dalam darah, dan anti kanker.
4. Kacang hijau. Vitamin B1, protein, fosfor, tiamin, mangan, kalium, magnesium, dan asam folat yang terkandung dalam kacang hijau membantu mencukupi kebutuhan protein dan energi ibu.
5. Pepaya. Buah murah meriah ini mengandung vitamin A, C, kalium, dan asam folat. Tetesan air buah pepaya dicampur dengan madu sangat baik bagi ibu menyusui agar tidak mudah capek / lelah, serta ASI yang diproduksi akan berlimpah. Bunga pepaya juga baik untuk menambah nafsu makan ibu.
6. Bayam. Bayam sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi, terutama bayi yang baru lahir. Kandungan vitamin A, B6, C, E, K, asam folat, riboflavin, fosfor, kalium, protein, zat besi, karoten, dan thiamin dalam bayam sangatlah baik.






Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua khususnya para ibu yang sedang menyusui



thumbnail

Vaksin Flu Bagi Ibu Hamil Berdampak Positif Bagi Berat Badan Bayi

Dalam penelitian yang dilakukan di Bangladesh, sebanyak 340 ibu hamil ditetapkan secara acak untuk diberi vaksin flu atau vaksin lainnya. Jika periode setelah vaksinasi itu mencakup musim flu, bayi-bayi baru lahir itu beratnya hampir sama, apapun jenis vaksin yang diperoleh ibu mereka.

Tetapi, penulis penelitian Mark Steinhoff dari Rumah Sakit Anak-anak di Cincinatti, Ohio, mengatakan bahwa semasa musim influenza, perempuan yang memperoleh vaksin flu, jumlah yang terserang flu kurang separuh dari mereka yang memperoleh vaksin lain, dan bayi-bayi mereka lahir dengan berat badan yang sehat.

"Jika ibunya memperoleh vaksin itu dan terkena influenza, berat badan bayinya 200 gram lebih banyak - 3,1 kilogram dibanding 2,9 kilogram. Itu adalah peningkatan substansial dalam berat badan sewaktu lahir," ujarnya.


Steinhoff mengatakan sudah diketahui bahwa kelahiran dengan berat badan di bawah normal, berdampak seumur hidup.

"Jika terjadi penurunan berat badan setelah lahir pada bayi yang sehat, semakin berkurang beratnya, semakin besar kemungkinan bayi itu, pada usia  dewasa, mengalami gangguan kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung," ujarnya lagi.

Steinhoff mengatakan ia dan rekan-rekannya adalah yang pertama mengidentifikasi kaitan antara vaksinasi flu dan berat badan saat lahir, tetapi empat penelitian lain sejak itu memperoleh temuan serupa. Kendati demikian, mengapa seorang ibu yang sakit flu melahirkan bayi yang berat badannya di bawah normal, masih belum jelas.

Steinhoof mengatakan, "Tetapi secara umum, jika ibu hamil terkena flu – dan penyakit itu berlangsung selama seminggu, delapan hari, atau sepuluh hari – pertumbuhan bayinya tidak begitu baik dalam kurun waktu itu dan mungkin akhirnya lahir agak kurang gizi."

Mark Steinhoff dari Rumah Sakit Anak-anak di Cincinnati menekankan bahwa vaksin influenza aman bagi ibu dan bayi, dan merupakan salah satu dari segelintir vaksin yang bisa diberikan kepada ibu hamil yang akan melindungi ibu dan bayinya. Makalah Steinhoff itu dimuat dalam Canadian Medical Association Journal.

sumber : voa-news
thumbnail

Mandiin Dede' Yukk . .

Anda baru saja kehadiran buah hati untuk yang pertama kalinya, maka proses memandikan bayi pasti menyenangkan sekaligus menakutkan bagi Anda.
Bagaimana tidak, si makhluk mungil yang tak berdaya itu kan sangat lemah, jadi Anda harus ekstra hati-hati. Nah, untuk itulah kali ini Anda bisa menyimak, perlengkapan apa saja yang harus Anda persiapkan sebelum proses memandikan bayi dimulai…



PERLENGKAPAN YANG DIBUTUHKAN


1. Bantal Dan Handuk
Jika Anda hanya ingin melap bayi Anda, maka penggunaan bantal dan handuk akan sangat membantu proses ini, apalagi tangan Anda kan harus terus-menerus memegang si kecil. Letakkan bantal yang dibungkus dengan handuk dan baringkan bayi Anda di atasnya. Jangan lupa, kegiatan ini sebaiknya Anda lakukan dalam ruangan yang tertutup, agar bayi Anda tidak kedinginan

2. Bak Mandi Bayi
Sebelum Anda membawa bayi Anda untuk dimandikan, pastikan bak mandi bayi sudah tersedia dan siap pakai. Anda dapat melapis dasarnya dengan handuk atau spons, agar bayi Anda merasa lebih nyaman dan juga aman. Penggunaan bak mandi ini biasanya untuk bayi yang sudah agak besar.

3. Kain Waslap
Anda juga akan memerlukan kain waslap atau spons mandi untuk bayi. Mulailah membuka pakaiannya satu per satu agar ia tidak kedinginan. Basuh tubuhnya mulai dari bagian leher ke bawah.

4. Bola Kapas
Bola kapas sangat membantu untuk membersihkan bagian sekitar mata bayi. Mulailah membersihkannya mulai dari bagian dalam matanya ke arah bagian luar. Gunakan bola kapas yang berbeda untuk setiap mata.

5. Handuk Bertopi
Handuk bertopi sangatlah baik untuk mengeringkan bayi Anda setelah mandi. Ingatlah, jangan menggosok-gosokkan handuk tersebut ke badannya, karena nanti kulitnya bisa lecet. Cukup ditepuk-tepuk hingga kering.

6. Popok Bersih
Sebelum Anda memakaikan baju kepadanya, sediakan dulu popok bersih untuknya.

7. Alkohol
Jika tali pusar bayi Anda masih menempel, maka Anda bisa menggunakan alkohol untuk menjaga kebersihannya. Namun begitu, sebaiknya tanyakan dulu pada dokter Anda apakah memang penggunaan alkohol tersebut dibolehkan untuk bayi Anda.

8. Produk Kulit Bayi
Banyak kontoversi seputar penggunaan lotion dan bedak untuk bayi. Yang jelas, hindari penggunaan produk yang menggunakan parfum, serta hindari pemakaian bedak bubuk, karena bisa menimbulkan gangguan pernafasan pada bayi Anda.

9. Sabun Bayi
Pemakaian sabun, sebenarnya bisa menganggu stabilitas pH tubuh bayi Anda. Padahal, pH tubuhnya tersebut bisa membantu melindunginya dari berbagai kuman. Nah, apapun sabun bayi yang Anda pilih, usahakan untuk memilih produk yang bebas parfum dan hypoallergenic. Pemakaian sabun pun tidak perlu setiap hari… cukup 1 kali setiap minggu atau bahkan setiap 2 minggu, hingga bayi Anda tumbuh lebih besar dan berinteraksi dengan lebih banyak kotoran.

10. Shampo Bayi
Pilihlah yang tidak perih buat matanya. Gunakan shampoo 1 atau 2 kali setiap minggu. Caranya, jatuhkan 2 atau 3 tetes shampoo pada kepala bayi Anda, lalu gosoklah kulit kepalanya secara perlahan-lahan.

11. Gunting Kuku
Setelah ia mandi, kukunya menjadi sangat lunak. Makanya ini merupakan waktu yang baik untuk merapihkan kukunya.

12. Sikat Halus
Untuk membersihkan kerak atau kotoran yang melekat di kulit kepala bayi Anda, gunakanlah sikat yang sangat halus. Anda bisa melakukannya setiap hari, setelah mandi.


^ semoga bermanfaat ^
thumbnail

Jangan Mengguncang Bayi

Cara orangtua mengekspresikan cintanya pada anak memang beragam. Pernah melihat orangtua yang melempar-lemparkan bayinya ke udara lalu menangkapnya untuk mendengar sang bayi tertawa? Atau mengguncang-guncang bahunya keras sambil berekspresi lucu?
Cara orang dewasa mengekspresikan kekesalan pun macam-macam, dan seringkali mengguncang-guncang sang anak dijadikan sarana pelampiasan.
Tapi, jika Anda melakukan demikian, maka berhentilah. Dan jika melihat orang lain berbuat begitu pada bayi mereka, cegahlah, karena mengguncang bayi sangat berbahaya.

Mengguncang bayi dapat menimbulkan masalah serius pada otak sang bayi, dan dapat mengakibatkan masalah yang berlangsung permanen, seperti :

  1. Kerusakan Otak
  2. Cerebral Palsy
  3. Buta
  4. Epilepsi
  5. Kesulitan berbicara
  6. Kesulitan belajar
  7. Kesulitan koordinasi
Pada beberapa orang anak bahkan dapat menimbulkan kematian. Ini dikenal dengan shaken-baby-syndrome.
Kenapa mengguncang bayi berbahaya ??

  • Bayi memiliki kepala lebih besar dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, dan otot lehernya masih lemah. Jika diguncang, kepalanya akan tersentak ke depan dan ke belakang.
  • Sentakan-sentakan itu akan mengguncang otak dan merusaknya.
  • Pembuluh darah kecilnya akan ikut rusak, menimbulkan pendarahan di otak dan sekitarnya, dan juga di mata bayi.
  • Resiko terbesar adalah pada bayi dibawah satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di usia yang lebih besar.
Yang harus diwaspadai adalah guncangan-guncangan ini dapat terjadi justru ketika kita asyik bermain dengan sang bayi. Karenanya ada beberapa permainan dan aktivitas yang harus dihindari untuk mencegahnya, antara lain :

  1. Melempar bayi ke udara
  2. Lari - lari sambil membawa bayi dipunggung atau kepala
  3. Kuda - kudaan ( Bayi naik ke punggung ,atau ke kaki terus digoyang - goyangkan )
  4. Memutar bayi
Jangan lupa saling mengingatkan jika disekitar kita terjadi seperti itu

thumbnail

Tips Pemberian Susu Formula Pada Bayi

Air susu ibu adalah makanan terbaik yang dapat diberikan kepada anak Anda dalam enam bulan pertama kehidupan. Menyusui adalah cara alami untuk memberi makan bayi. ASI memiliki komposisi dan suhu yang tepat. Dengan menyusui, Anda juga mendekatkan tubuh dan melakukan kontak mata dengan anak Anda. Napas dan suara Anda menenangkan anak dan membuatnya akrab dengan Anda. ASI mengandung zat khusus yang melindungi bayi dari penyakit seperti pilek dan influenza. Selain itu, ASI mudah dan murah. Anda dapat memberikan ASI setiap saat dan di setiap tempat yang tenang. Anda tidak harus membersihkan botol dan menghabiskan uang untuk membelinya.


Namun, beberapa wanita tidak cukup memproduksi ASI, tidak memiliki waktu karena bekerja seharian penuh, memiliki masalah kesehatan atau kendala lain sehingga tidak bisa memberikan ASI secara memadai. Untuk itu, pemberian susu formula tidak terelakkan. Bila Anda termasuk dalam kelompok tersebut, berikut adalah tips pemberian susu formula yang perlu Anda perhatikan:

1. Pilih Produk Sesuai Usia
Hal yang terpenting adalah memastikan kesesuaian produk dengan usia anak Anda. Setiap susu formula memiliki nutrisi dengan komposisi yang disesuaikan dengan usia anak. Jangan sekali-kali memberikan susu sapi biasa ke bayi. Susu itu tidak dianjurkan karena tidak memiliki unsur-unsur nutrisi yang tepat untuk bayi dan dapat memicu masalah pencernaan.


Ada banyak jenis susu formula di pasaran. Sejauh ini yang paling populer dan mungkin yang terbaik adalah susu formula yang terbuat dari susu sapi. Bagi bayi yang memiliki intoleransi laktosa, susu formula berbasis kedelai dan susu kambing bisa menjadi pilihan. Ada banyak merek yang tersedia di pasaran dan semua merek tunduk pada aturan dan pengawasan pemerintah (BPOM). Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan kandungannya. Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan kandungan nutrisi antar produk susu formula, yang semuanya dibuat menyerupai kandungan gizi pada ASI. Perbedaan antar produk biasanya terletak pada kadar gula, protein dan lemak. Semua susu formula bayi diperkaya dengan zat besi (untuk mencegah anemia) dan vitamin D (untuk mempromosikan pertumbuhan tulang). Beberapa susu formula juga dilengkapi dengan DHA dan ARA, yang ditemukan dalam ASI dan diperkirakan membantu pertumbuhan otak bayi.

2. Ikuti Dosis Yang Dianjurkan
Jangan memberikan lebih atau kurang dari takaran yang ditunjukkan pada kemasan susu. Susu yang terlalu encer akan membuat bayi cepat lapar kembali, dan bila terlalu kental dapat menyulitkan pencernaannya. Selalu gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan. Takaran satu sendok adalah satu sendok penuh yang diratakan.

3. Perhatikan Kebersihan
Rebuslah dengan air mendidih botol, cincin dan dot susu yang sudah dicuci  sebelum digunakan kembali. Selalu gunakan air matang yang hangat untuk mencampur susu. Susu formula yang berada lebih dari satu jam pada suhu kamar tidak boleh diberikan kepada bayi Anda. Susu formula tidak steril, dan bakteri dapat bertahan hidup dalam susu meskipun Anda menggunakan air steril untuk mencampurnya. Di suhu ruangan, bakteri  itu akan berkembang biak dengan cepat. Bahkan jika Anda menyimpan susu formula di lemari es, bakteri dapat berkembang dalam beberapa jam. Anak Anda dapat mengalami infeksi perut bila meminumnya.

4. Jangan Menjadwalkan Pemberian Susu
Nafsu makan bayi Anda bervariasi dari hari ke hari dan bulan ke bulan, jadi biarkan dia mengatur waktu makannya sendiri. Bayi Anda akan meminta susu sesering yang dia perlukan, selama Anda memahami dan menanggapi isyaratnya. Ketika bayi Anda baru lahir, dia akan minum sedikit tetapi sering, sehingga pemberian botol dilakukan setiap dua atau tiga jam sekali. Semakin besar, semakin besar porsi untuk setiap pemberian sehingga frekuensinya berkurang. Sebagai aturan umum, bayi Anda membutuhkan antara 150 ml dan 200 ml susu formula per kilogram berat tubuhnya per hari. Jadi, jika bayi Anda beratnya 5 kg, dia akan membutuhkan antara 750 ml dan 1.000 ml susu formula selama periode 24-jam untuk memuaskan rasa laparnya.

5. Berikan Susu Formula Seperti Memberi ASI
Terutama pada bayi di bawah enam bulan, pemberian susu formula sebaiknya dilakukan seperti halnya memberikan ASI, yaitu dengan menggendong. Jaga kontak mata dan kontak kulit Anda, dan berbicaralah dengannya. Kedekatan dengan ibu adalah ”makanan batin” yang sangat dibutuhkan untuk perkembangannya

6. Perhatikan Saat Memberikan Susu
Miringkan botol sedikit sehingga ujung dot selalu penuh dengan susu, bukan udara. Anda akan melihat gelembung-gelembung di dalam botol saat bayi Anda mengisap. Dia mungkin mengisap dengan kuat lalu beristirahat di antaranya. Istirahat itu memberinya waktu untuk merasakan apakah sudah kenyang atau belum. Jika Anda mendengar suara bising ketika bayi Anda minum, mungkin terlalu banyak udara di botolnya. Periksalah apakah dot susu sudah terpasang dengan kencang dan posisi botol tidak terlalu miring.


sumber : majalah kesehatan
thumbnail

Faktor Penyebab Kelahiran Sungsang


Jika kondisi ini terjadi pada kehamilan Anda, maka jangan buru-buru panik.  Asalkan usia kandungan masih di bawah 32 minggu maka si kecil dalam perut masih bisa dikembalikan pada posisi normal kok.

Posisi sungsang, posisi janin memanjang dengan kepala di bagian atas rahim dan bokongnya ada di bagian bawah, tergolong sebagai kelainan letak janin. Kondisi ini biasanya sudah terdekteksi saat kehamilan memasuki trimester kedua. Biasanya Anda akan merasakan kandungan terasa penuh di bagian atas dengan gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah.





Faktor Penyebab :

1. Bobot janin relatif  rendah. Hal ini mengakibatkan janin bebas bergerak. Ketika menginjak usia 28-34 minggu kehamilan, berat janin makin membesar, sehingga tidak bebas lagi bergerak. Pada usia tersebut, umumnya janin sudah menetap pada satu posisi. Kalau posisinya salah, maka disebut sungsang.
2. Rahim yang sangat elastis. Hal ini biasanya terjadi karena ibu telah melahirkan beberapa anak sebelumnya, sehingga rahim sangat elastis dan membuat janin berpeluang besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan seterusnya.
3. Hamil kembar. Adanya lebih dari satu janin dalam rahim menyebabkan terjadinya perebutan tempat. Setiap janin berusaha mencari tempat yang nyaman, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh yang lebih besar (yakni bokong janin) berada di bagian bawah rahim.
4. Hidramnion (kembar air). Volume air ketuban yang melebihi normal menyebabkan janin lebih leluasa bergerak walau sudah memasuki trimester ketiga.
5. Hidrosefalus. Besarnya ukuran kepala akibat kelebihan cairan (hidrosefalus) membuat janin mencari tempat yang lebih luas, yakni di bagian atas rahim.
6. Plasenta previa. Plasenta yang menutupi jalan lahir dapat mengurangi luas ruangan dalam rahim. Akibatnya, janin berusaha mencari tempat yang lebih luas yakni di bagian atas rahim.
7. Panggul sempit. Sempitnya ruang panggul mendorong janin mengubah posisinya menjadi sungsang.
8. Kelainan bawaan. Jika bagian bawah rahim lebih besar daripada bagian atasnya, maka janin cenderung mengubah posisinya menjadi sungsang.

Cara Mendeteksi :


1. Melakukan perabaan perut bagian luar. Cara ini dilakukan oleh dokter atau bidan. Janin akan diduga sungsang bila bagian yang paling keras dan besar berada di kutub atas perut. Perlu diketahui bahwa kepala merupakan bagian terbesar dan terkeras dari janin.
2. Melalui pemeriksaan bagian dalam menggunakan jari. Cara ini pun hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan. Bila di bagian panggul ibu lunak dan bagian atas keras, berarti bayinya sungsang.
3. Cara lain adalah dengan ultrasonografi (USG).

Tindakan Yang Harus Dilakukan :

1. Anda dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position), dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali, misalnya pagi dan sore. Masing-masing selama 10 menit. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur, kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92 persen. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal.

2. Usaha lain yang dapat dilakukan oleh dokter adalah mengubah letak janin sungsang menjadi normal dengan cara externalcephalic versin/ECV. Metode ini adalah mengubah posisi janin dari luar tubuh sang ibu.  Cara ini dilakukan saat kandungan mulai memasuki usia 34 minggu. Sayangnya, cara ini menimbulkan rasa sakit bahkan kematian janin, akibat kekurangan suplai oksigen ke otaknya

Apa Yang Terjadi Saat Persalinan :

Posisi janin sungsang tentunya dapat memengaruhi proses persalinan. Proses persalinan yang salah, jelas menimbulkan risiko, seperti janin mengalami pundak patah atau saraf di bagian pundak tertarik (akibat salah posisi saat menarik bagian tangannya ke luar), perdarahan otak (akibat kepalanya terjepit dalam waktu yang lama), patah paha (akibat salah saat menarik paha ke luar), dan lain-lain. Untuk itu biasanya dokter menggunakan partograf, alat untuk memantau kemajuan persalinan. Jika persalinan dinilai berjalan lambat, maka harus segera dilakukan operasi bedah sesar.

Sumber : conectique
thumbnail

Si Mungil Mulai Berjalan

Kaki tidak semestinya diberi status kurang penting karena anggota tubuh bagian bawah ini punya peran sangat penting dalam kehidupan seorang anak.

Jangan bingung kalau kaki bayi yang baru lahir terlihat berbentuk "O". Tak perlu membedongnya seperti lontong agar lurus, karena langkah seperti itu sama sekali tidak tepat. Seperti dikatakan Dr. Ferry D.T., Sp. BO, bentuk kaki baru lahir memang berpola seperti huruf "O". "Mau dibedong sekuat apa pun, kaki bayi baru lahir akan tetap membentuk huruf O," tambah dokter yang mengambil spesialis ortopedi di Peolpe's Friendship University, Moskow, Rusia ini.

Selain dokter, orang tua pun bisa melakukan pemeriksaan terhadap normal-tidaknya kaki bayi. "Nah, begitu menemukan kejanggalan atau setidaknya merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan pertumbuhan atau keadaan kaki anaknya, langsung tanyakan dan periksakan pada dokter, khususnya dokter ortopedi."

Contoh pemeriksaan :








CIRI - CIRI KAKI NORMAL :

-simetris


Kaki kiri dan kaki kanan bayi harus simetris. Bentuk tulangnya relatif sama-sama lurus alias tidak ada kelebihan rotasi ke dalam maupun ke luar. Begitu juga de­ngan tulang kering, meski bisa saja agak membengkok ke arah belakang, namun masih dalam batas normal. Dalam ar­ti, bengkoknya tidak terkon­sen­trasi pada satu ujung tulang saja karena kurvanya mencakup sepanjang tulang (smooth curve).





-memiliki sudut tertentu

Besaran sudut sendi lutut (antara paha dan tulang ke­ring) amat tergantung umur. Jika dibaca lebih cermat, masing-masing usia memiliki kaki yang mem­bentuk sudut berbeda. Sementara sumbu telapak kaki lurus dari tengah tumit ke jari kaki ke-2 dan ke-3. Begitu juga dengan sendi lutut, tidak bisa menekuk ke depan. Perlu di­ingat, permukaan kaki bayi dapat ditekuk mencapai per­mukaan depan tulang ke­ring dan bersifat fleksibel.

-panjang pendeknya kaki sangat individualis

Panjang pendeknya kaki bayi bersifat individual alias tergantung pada kondisi setiap anak. Tidak ada patokan bayi umur sekian bulan harus mempunyai panjang kaki sekian sentimeter. Soalnya, tiap anak bisa saja berbeda panjang kakinya. Anak yang berbakat tinggi contohnya, bisa jadi kakinya akan lebih jenjang/panjang. Begitu juga sebaliknya, sehingga hal ini tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui baik-buruknya perkembangan kaki bayi. Yang penting dilihat secara keseluruhan, panjang kakinya tampak proporsional dengan tubuhnya.

-telapak kaki tidak datar

Telapak kaki yang ideal mempunyai cekungan di bagian sebelah dalam. Untuk mengetahui bayi mengalami kaki datar (flat foot) atau tidak memang ralatif tidak gampang mengingat cekungan pada telapak kaki bagian dalam bayi belum terbentuk sempurna. Hal ini baru bisa benar-benar dipantau manakala dia sudah mulai berjalan atau setidaknya belajar berjalan. Cara memeriksanya, ajak anak berjalan jinjit, berjalan dengan tumit, maupun berjalan dengan telapak kaki bagian dalam dan bagian luar. Jika si anak bisa melakukannya dengan mudah/fleksibel dan tidak nyeri, kemungkinannya ia tidak mengalami flat foot.

Namun, wajar-wajar saja dan sama sekali tak perlu dikhawatirkan jika telapak kakinya lebar dan jari-jarinya relatif besar sementara bayi lain berkaki kecil dengan jari-jari relatif lebih kecil pula. Hal ini tergantung pada kondisi masing-masing bayi yang dipengaruhi oleh faktor genetik dari kedua orang tuanya.

Sementara cepat-tidaknya anak bisa berjalan dan berlari, serta kuat-tidaknya ia berjalan jauh nanti, lagi-lagi terpulang pada bagaimana dan seberapa intens orang tua menstimulasinya. Sampai sekarang memang belum ada penelitian yang mengatakan bahwa besar-kecilnya telapak kaki bakal berpengaruh pada kemampuan si bayi mengoptimalkan kakinya. 

-jangan ragu menstimulasi

Sebenarnya dalam menstimulasi anak, yang harus dijadikan pegangan adalah kemampuannya melakukan aktivitas pada setiap tahap perkembangan. Sesuaikan stimulasi itu dengan kemampuan dan tahap perkembangannya. Jadi, sekalipun si kecil belum cukup usia untuk berjalan, tetapi kalau dia sudah mau berjalan, itu sama sekali tidak akan mengganggu perkembangan kaki ataupun merusak struktur kakinya. Seperti yang selama ini kadung jadi mitos di masyarakat, "Jangan deh! Masak sih anak umur 7 bulan sudah ditatih. Nanti kakinya bengkok atau seperti huruf O, lo!" 

Sebenarnya, di usia 9 bulan bayi sudah bisa diajak berdiri atau diberdirikan dengan cara memegangi bagian samping dadanya di bawah lengan. Sedangkan di usia 11-12 bulan, umumnya anak sudah mulai memfungsikan kedua kakinya untuk berjalan. "Hingga memang di usia inilah anak sudah boleh diajak berjalan dengan cara memegang tangannya dan biarkan anak sendiri yang memegang jari kita. Awalnya, anak akan berpegangan dengan kedua tangannya, lalu lama-lama anak akan memegang cukup dengan satu tangannya sebagai penyeimbang saat berdiri dan berjalan." 

Barulah di usia 13-15 bulan anak mulai bisa berjalan sendiri tanpa perlu berpegangan untuk mengatur keseimbangannya. Hanya saja, jalannya masih selangkah dua langkah lalu jatuh atau masih oleng. Memasuki usia 18 bulan, umumnya anak sudah semakin lincah bergerak ke sana kemari. Ia mulai ingin belajar naik kursi atau tangga dengan atau tanpa bantuan. "Pokoknya, di usia ini anak lagi senang-senangnya menjejakkan dan melangkahkan kakinya ke tempat yang lebih tinggi dari tempat dia berpijak sebelumnya. Saat usia 24 bulan baru dia bisa naik turun tangga sendiri, selain sudah mampu menendang bola dan berlari tanpa dibantu walau mungkin tetap masih agak oleng."

Sedangkan kemampuan jongkok atau bersimpuh, umumnya sudah bisa dilakukan sendiri tanpa harus diajari saat dia mulai ingin memfungsikan kedua kakinya. Biasanya ini terjadi dari merangkak atau peralihan dari duduk ke berdiri. Kendati begitu, Ferry mengingatkan ada sebagian pihak yang berpendapat bahwa duduk di lantai dengan kedua kaki seperti membentuk huruf W (bersimpuh dengan tungkai ke luar) bisa memperberat kelainan rotasi pada kaki. Sebaliknya, sampai sekarang belum ada yang mengatakan bahwa mengajak bayi belajar melompat dan meloncat secara sederhana akan merusak atau mempengaruhi perkembangan kakinya.


sumber : dunia bayi