Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Cacing Tanah Untuk Menambah Kekuatan Pukulan Ayam Aduan


Tenaga ayam aduan yang kuat akan lebih mudah meraih kemenangan dalam peraduan ayam laga, begitu juga sebaliknya. Karena tenaga ayam aduan yang minim akan mengakibatkan ayam mudah capek yang akhirnya pergerakan ayam aduan akan semakin lambat. Baik dalam menghindar dari pukulan lawan ataupun ayam sedang  melancarkan pukulan. Baca juga artikel tentang Cara Menambah Kekuatan Pukul Ayam Aduan.
Selain perawatan yang bagus, ayam juga memerlukan tambahan makanan dan multivitamin untuk memperoleh kebugaran tubuh dan stamina yang bagus. Untuk memperoleh hasil ayam aduan yang mempunyai tenaga dan stamina yang bagus, hendaknya ayam mendapatkan perawatan rutin dan selalu mendapat makanan tambahan yang cocok untuk aksi laga nantinya. Untuk jenis perawatannya seperti pada artikel tentang Perawatan Ayam Aduan Ala Vietnam.
Setelah ayam aduan secara rutin mendapatkan perawatan, ayam juga membutuhkan makanan untuk membangun dan sebagai cadangan tenaga jika diperlukan ayam sewaktu diadu. Untuk jenis makanannya ayam bisa disuguhi makanan beras merah. Namun pada dasarnya makanan seperti beras merah, jagung dan gabah tersebut boleh diberikan sesuai dengan suhu dilingkungannya, karena pemberian makanan yang tidak sesuai akan berdampak pada stamina ayam tersebut. Seperti pada suhu yang dingin ayam diberi makan jagung maka otomatis ayam akan mengalami penuaan bulu dan akan mudah ayam berganti bulu dalam bahasa jawa ayam akan sulam, sehingga pada waktu ayam mengalami sulam tersebut ayam akan memiliki stamina yang buruk. Untuk itu makanan ayam aduan untuk suhu lingkungan tidak terlalu dingin bisa diberikan makan beras merah. Baca juga artikel tentang  Kandungan dan Manfaat Beras Merah Untuk Ayam Aduan
Setelah ayam sudah mendapatkan makanan yang memenuhi kebutuhannya, untuk mendapatkan ayam aduan dengan pukulan berbobot dan kuat, ayam bisa diberikan makanan tambahan diantaranya ayam bisa diberi makanan seperti cacing tanah.
Cacing tanah adalah jenis makanan ayam aduan yang mengandung protein yang sangat baik untuk diserap ayam aduan sewaktu ayam diadu. Karena ayam aduan ketika diadu pada airan ketiga dan seterusnya ayam sudah kehabisan sumber tenaga yang dihasilkan dari karbohidrat dari dalam tubuh yang akhirnya ayam akan menyerap protein dalam tubuh sebagai sumber tenaga. Cacing tanah adalah makanan yang bagus untuk diserap dalam tubuh ayam, karena mengandung protein tinggi.

Selain mempunyai protein yang tinggi, cacing tanah juga mengandung taurin yang mampu meningkatkan proses metabolism lemak yang kemudian di ubah menjadi ATP atau energy. Efek tersebut berlaku bagi semua makhluk termasuk bagi ayam aduan yang sedang bertarung di arena.

Adapun kandungan dari cacing tanah tersebut mengandung asam amino dan juga protein sebesar 76%. Selain itu juga terkandung seperti asam amino sebanyak 17%, karbohidrat 45%, serta kandungan lemak dan abu yang hanya 1,5%.
Tidak sampai disitu manfaat cacing tanah, ternyata masih ada manfaat lain, antara lain:

 
1. Obat diare. Diare/mencret adalah penyakit yang sering di temui oleh para peternak maupun penghobi ayam laga. Cacing tanah sebagai salah satu obat tradisional bisa menyembuhkan penyakit ini. Sifat cacing tanah menjadi antibakteri bagi bakteri E.Coli dan shigella yang  menjadi penyebab diare/mencret pada ayam. Baca juga artikel tentang 6 Ramuan Obat Herbal Alami Untuk Ayam Diare.
.
2. Melancarkan sirkulasi darah. Cacing tanah memiliki enzim yang mampu untuk menghancurkan lemak jahat di system sirkulasi darah. Sehingga sistem peredaran darah si ayam akan menjadi lebih lancar.
.
3. Melancarkan pencernaan. Cacing tanah seperti diketahui mengandung banyak protein yang membantu proses aktivitas biologis tubuh si ayam khususnya membantu kekuatan saat melakukan pertarungan. Kandungan enzim, seluosa, dan katalisator yang di butuhkan tubuh untuk proses metabolism banyak terdapat di dalam tubuh cacing tanah. Oleh sebab itu secara tidak langsung, cacing tanah mampu membantu melancarkan system pencernaan.

Adapun pemberian makanan cacing tanah tersebut bisa diberikan dua kali dalam seminggu. Untuk porsinya ayam bisa diberi 2-4 ekor cacing tanah tergantung besarnya, jika sebesar pensil cukup berikan 2 saja. Untuk cara pemberiannya: bersihkan cacing tanah tersebut dari kotoran yang ada dalam perutnya kemudian dipotong-potong kecil agar mudah ditelan oleh ayam. Atau kalau cacingnya kecil bisa langsung dilolohkan pada ayam. Faktanya jika ayam secara rutin diberi makan seperti diatas, sewaktu diadu ayam akan mempunyai tenaga stabil dan tidak terlihat mudah lelah hingga pada airan keempat stamina ayam masih stabil, jenis makanan tersebut juga berpengaruh pada bobot pukulan ayam. Pukulan ayam lebih berbobot dan terlihat stabil.
thumbnail

Tips Mengatasi Penyakit Cacar Kutil Ayam Aduan

Penyakit yang menyerang unggas khususnya ayam aduan memang banyak ditemui dan karena juga beraneka ragam. Dan tentu saja hal itu sudah menjadi resiko memelihara hewan unggus atau hewan lainnya. Contohnya saja cacar yang menyerang anak ayam. Tentu sangat menjengkelkan jika mempunyai anak ayam yang telah  dipelihara baik-baik  tiba-tiba muncul benjolan-benjolan (kutil/cacar)  di sekitar kepala atau bahkan muncul di seluruh badan. Walau awalnya sedikit, jika dibiarkan terus menerus maka akan bertambah banyak dan akan berdampak buruk bagi kesehatan anak ayam itu sendiri.

Avian pox  atau di Indonesia lebih dikenal sebagai cacar/kutil unggas, merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang unggas salah satunya adalah ayam dan sering menyerang pada anak ayam. Bukan hanya menyerang pada ayam, tapi setidaknya sudah ada 60 spesies unggas yang dilaporkan pernah terserang avian pox (cacar/kutil), mulai dari ayam, kalkun, burung predator (elang), burung hantu, kenari dan burung finch lainnya, lovebird, dan puluhan jenis burung kicauan lainnya seperti murai batu dan kacer.
Meskipun menular, tapi sebetulnya penyakit ini tidak terlalu berbahaya sepanjang ayam dijaga dan tdk ada komplikasi dgn penyakit lain. Yang akan menjadi bahaya adlh bila cacar sudah tumbuh di dalam rongga mulut dan kerongkongan, atau sudah tumbuh didalam dubur ayam.

Penyakit cacar unggas terjadi sepanjang tahun, sehingga perlu diwaspadai terutama oleh para peternak ayam aduan. Meski tidak menular pada manusia, sebagaimana flu burung, cacar unggas bersifat menular terhadap sesama ayam atau unggas lainnya jadi perlu sangat diperhatikan.

Jika ayam yang telah terkena cacar maka akan menunjukkan gejala lesu, nafsu makan berkurang yang dapat mempengaruhi produktivitasnya. Selain itu suhu tubuh tinggi. Dan kotoran terlihat encer. Ciri khas paling menonjol bagi ayam yang telah terinfeksi penyakit ini adalah pada bagian fisik unggas tampak  kutil berwarna putih atau kekuningan. Kutil ini terdapat pada rongga mulut yang dapat mengakibatkan sumbatan pada esophagus.

Cacar unggas memiliki dua tipe, yaitu basah dan kering, yakni:

1. Cacar unggas tipe kering
Umumnya menyerang kulit pada bagian tubuh yang tidak berbulu seperti daerah sekitar mata, pangkal paruh, sekitar kloaka, kaki dan cakar. Pada bagian tersebut akan muncul benjolan seperti kutil. Cacar unggas tipe kering ini memiliki gejala klinis sebagai berikut : 
  • Burung terlihat lemah, dan makin kurus karena nafsu makan menurun drastis. Jika kutil muncul di pangkal paruh, hal ini juga membuat burung kesulitan mengambil makanan.
  • Nafas tersengal-sengal, karena saluran pernafasannya terganggu oleh kemunculan kutil di pangkal paruh yang notabene berdekatan dengan lubang hidung (nares).
Tipe kering biasanya masih bisa dikendalikan, meski terkadang meninggalkan bekas luka kecil. Yang penting, pastikan burung masih bisa makan, atau Anda yang melolohnya dengan makanan yang lembut.
 
2. Cacar unggas tipe basah
Tipe basah justru lebih berbahaya. Sebab sering kali memunculkan infeksi sekunder, sehingga makin memperburuk kondisi burung dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Gejala klinis yang biasa dijumpai pada cacar unggas tipe basah antara lain :
  • Bercak putih yang berkembang pada selaput lendir dari mulut, tenggorokan, trakhea, dan paru-paru. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan kesulitan bagi ayam saat makan.
  • Cacar  unggas tipe basah juga melibatkan lesi pada selaput lendir mulut, organ pencernaan bagian atas, serta saluran pernafasan.
Cacar unggas tipe basah dilaporkan sering menyerang pada ayam dan kalkun. Wah, ini perlu diwaspadai sobat penghgobi ayam laga. Media penularan virus cacar unggas biasanya ditularkan melalui 4 hal sebagai berikut:

1.    Nyamuk: Penularan bisa terjadi ketika nyamuk mengigit  ayam yang terinfeksi (ayam yang sakit). Usai menggigit, nyamuk dapat membawa dan menularkan virus ini selama 1 bulan atau lebih.
2.    Serangga lain: Selain nyamuk, lalat dan beberapa serangga lain juga punya kemampuan untuk menularkan virus cacar unggas.
3.    Ayam terinfeksi:  Virus cacar ayam dapat ditularkan melalui kontak langsung antara dengan burung yang terinfeksi dan burung yang sehat.
4.    Wadah pakan / minum / tenggeran: Wadah pakan, wadah minum, tenggeran, dan benda-benda di sekitar kandang juga bisa menjadi media penularan. Karena itu, penting sekali mengisolasi ayam yang sakit dan membersihkan kandang dan aksesori di dalamnya.

Tindakan pencegahan awal bisa dilakukan dengan beberapa tindakan sebagai berikut ini:

1.    Usahakan ayam-ayam (contoh ayam jawa) liar tidak mendekati ayam piaraan Anda di rumah, atau masuk ke kandang ayam.
2.    Jangan biarkan genangan air di lingkungan sekitar rumah / kandang ayam. Selain bisa menjadi sarang nyamuk yang berbahaya bagi keluarga, juga bisa membawa virus cacar avian pox.
3.    Rutin menjaga kebersihan kandang, beserta aksesoris di dalamnya. Misalnya wadah pakan / minum dibersihkan setiap hari, sedangkan  tenggeran (jika ada) dibersihkan 1-2 kali dalam seminggu.
4.    Tutup kandang dengan rapat pada malam hari, karena carier virus ini dibawa oleh nyamuk atau serangga lain.

Jika ada seekor ayam (biasanya anak ayam) yang sudah terinfeksi, maka harus dilakukan tindak pencegahan untuk ayam-aytam lain yang belum tertular :
5.    Isolasikan ayam yang sakit, misalnya ke kandang karantina (bagi yang memiliki) atau dijauhkan dari kelompok ayam  yang masih sehat. Hal ini untuk menghindari kontak langsung antara ayam yang sakit dan ayam yang sehat.
6.    Semua  kandang perlu dibersihkan virusnya dengan larutan desinfektan, yang dapat dibeli di apotek terdekat, atau di poultry shop. Anda juga bisa menggunakan FreshAves untuk membersihkan virus dalam kandang dan perlengkapannya (metode semprot).

Untuk ayam yang sakit dan sudah diisolasi ke kandang karantina, berikut ini beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk penyembuhan :
7.   Oleskan Kitolot Plus Cream langsung ke bagian yang mengalami luka cacar, setiap pagi dan sore hari sampai ayam sembuh. Pastikan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pengobatan.Dalam kondisi belum terlalu parah, biasanya burung sudah sembuh dalam waktu 1 – 2 hari. Jika kondisinya sudah agak parah, diperlukan waktu lebih lama lagi (3 – 4 minggu). Lebih dianjurkan lagi agar burung diobati dalam kandang karantina, dengan diberi lampu pijar sebagai penghangat, untuk mempercepat proses penyembuhannya.
8.   Atau menggunakan Methylen Blue/Neo Blue, Betadine, antisep, rodalon, dll (bisa pilih salah satu). Oleskan setiap hari pada pagi dan sore hari. Sekitar 3-4 hari cacar/kutil itu akan jatuh sendiri.
9.    Menurut pengalaman botoh bisa menggunakan obat tradisional, yaitu: gambir + injet + jeruk purut. Bahan dicampur dan dioleskan pada luka cacar.
10.    Diberikan cecak. Pengalaman teman terhadap penyakit seperti ini diberikan cecak, dengan cara cecak tersebut ditusuk seperti sate tanpa dibersihkan (atau tanpa dicuci) lalu dipanggang tapi jangan sempat gosong atau terlalu matang , setelah itu dilolohkan kepada ayam, diberikan pada malam hari sebanyak 1 ekor cecak setiap ayam dan dalam jangka 3 s/d 5 hari kulit ayam tersebut sudah sembuh.
11.   Pengobatan pada ayam-ayam yang terserang cacar bisa dilakukan dengan membersihkan bungkul-bungkul luka dan membubuhkan iodium. Ayam sakit kemudian diberi pakan yang baik cukup gizi. Pengobatan dilakukan sampai sembuh dan baru boleh dicampur dengan ayam-ayam yang sehat. 

Sekian, semoga bermanfaat. Salam penghobi ayam laga.
thumbnail

Ramuan Obat Herbal Alami Untuk Ayam Diare


Semakin bertambahnya dampak negatif pemakaian obat kimia pada ayam membuat masyarakat kini mulai beralih pada penggunaan obat herbal/alami  untuk mencegah atau mengobati penyakit ayam. Penggunaan herbal tradisional untuk keperluaan pencegahan atau penyembuhan penyakit, sudah terdengar begitu familiar. Saat ini semakin banyak digunakan bahkan perguruan tinggi mulai banyak melakukan penelitian penggunaan herbal untuk di aplikasikan pada ayam dan ternak lainnya. Hasilnya pun, beragam namun kebanyakan menunjukan bahwa pemberian herbal mampu meningkatkan performa ayam. Salah satu penyakit yang dapat dicegah atau diobati obat herbal adalah diare pada ayam aduan.

Diare pada unggas khususnya ayam aduan dapat dilihat dari berak ayam. Berak ini tidak berwarna coklat seperti biasanya pada ayam sehat. Berak yang dikeluarkan ayam diare berstruktur encer dengan tambahan warna putih seperti kapur atau hijau. Diare ini terjadi karena ada infeksi pada sistem pencernaan yang bisa diakibatkan oleh bakteri atau cacing.

Bakteri Salmonella pullorum atau sejenisnya dan cacing Ascaridia Galli menyebabkan peradangan atau infeksi pada sistem pencernaan ayam terutama usus yang berfungsi menyerap sari-sari makanan. Peradangan ini menyebabkan diare pada ayam yang berujung pada menurunnya bobot ayam.  Untuk mengobati penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri atau cacing ini dibutuhkan antibiotik.
Berikut ini akan di uraikan beberapa obat herbal yang dapat digunakan untuk ayam, terutama untuk mengobati sakit diare pada ayam. Berikut ini adalah pemaparan mengenai beberapa  antibiotik alami:

1.    Menggunakan Bawang Putih

Kandungan dalam bawang putih meliputi:

1. Allicin (thiopropen sulfinic acid allyl ester) yaitu senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah serta bersifat antibakteri.

2. Akordinin yang memberi bau yang tidak sedap pada bawang putih, tetapi senyawa ini berkhasiat sebagai antiseptik.

3. Alliil (propenyl alanina) yang memberi bau khas pada bawang putih dan juga berfungsi sebagai antiseptik dan anti oksidan.

4. Saponin yang dapat menyebabkan sel-sel cacing menjadi terhidrolisis,dan bersifat antibakteri.

5. Diallyl sulfida dan prophyl allyl sulfida yang bersifat trombolik dan penghancur gumpalan darah. Senyawa ini juga diduga bersifat antelmintika.

6. Methilalil trisulfida yang dapat mencegah terjadinya perlengketan sel darah merah
Berdasarkan kandungan yang berada dalam bawang putih, baik sebagai anti bakteri, antiseptik terhadap luka khususnya peradangan pada usus sangat cocok diberikan pada ayam yang mengalami diare sebagai antibiotik alami.

Mekanisme antiparasit bawang putih pada ayam yang diare karena cacing diawali oleh allicin yang dapat menembus dinding sel cacing yang tersusun dari fosfolipid. Setelah menembus dinding sel, gugus thiol, dalam hal ini diallyl sulfida, bereaksi dengan enzim-enzim yang mengandung sulfuhydril yang menyusun membran sel yang menyebabkan struktur dinding sel cacing akan rusak dan lisis.
Sama halnya pada ayam yang diare karena bakteri, allicin pada bawang putih bekerja dengan cara menghancurkan kelompok Sulfhidril dan disulfida yang terikat pada protein dan merupakan enzim penting untuk metabolisme sel bakteri serta merupakan gugus yang penting untuk proliferasi bakteri atau sebagai stimulator spesifik untuk multiplikasi sel bakteri. Dengan adanya allicin inilah maka pertumbuhan bakteri dapat dihambat dan proses selanjutnya mengakibatkan terjadinya kematian bakteri Salmonella pullorum atau sejenisnya.  Saponin yang terkandung pada bawang putih juga bersifat antibakteri dengan meningkatkan permeabilitas membran sel bakteri sehingga dapat mengubah struktur dan fungsi membran, menyebabkan denaturasi protein membran sehingga membran sel bakteri akan rusak dan lisis.

Pemberian bawang putih pada ayam aduan yang diare dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

1. Pemberian potongan bawang putih pada ayam secara manual. Bawang putih dikupas dari kulitnya kemudian dipotong kecil-kecil, selanjutnya disuapkan pada ayam yang diare.

 2. Membuat serbuk bawang putih yang selanjutnya dijadikan tambahan komposisi ransum ayam. Serbuk bawang putih diperoleh melalui beberapa proses, mula-mula dilakukan pengupasan kulit luar lalu diris-iris tipis. Irisan bawang putih dijemur yang sebelumnya telah dilapisi plastik hitam tipis untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Kunyit dan bawang putih yang telah kering, lalu digiling untuk dibuat serbuk dengan mesin grinder. Kemudian dilakukan pengayakan, untuk memisahkan bahan padatan dan hanya yang berukuran kecil yang akan lolos. Serbuk ini kemudian ditambahkan pada komposisi ransum ayam aduan.
2.    Menggunakan Beberapa Campuran Bumbu

1. KUNIR/ KUNYIT. Kunyit (Curcuma domestica) Curcumin senyawa utama pada kunyit  berkhasiat untuk beragam penyakit, misalnya mengobati gangguan saluran pencernaan, antiradang, antibakteri, antikanker, penurun kadar kolesterol, membersihkan lemak pada saluran pembuluh darah.

2. Jahe. Mengandung aroma, rasa hangat, zingerol, solakol berfungsi mendorong kerja kelenjar enkitrin, menghangatkan dan meningkatkan stamina.

3. Kencur. Mengandung minyak atsiri berfungsi membuat rasa hangat, anti batuk, penambah nafsu makan, pereda radang tenggorokan.
Yaitu dengan cara memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Air perasan ini dicampurkan pada air minum, usahakan menggunakan air hangat biar lebih segar saat diminum. Sedangkan ampasnya  dicampur pada pakan.

3.    Menggunakan Beras Ketan dan Kunyit

Untuk menyembuhkan sakit diare pada ayam bangkok bisa memanfaatkan beras ketan dan juga kunyit. Caranya siapkan beras ketan secukupnya dan satu ruas kunyit kemudian beras ketan di goreng tanpa minyak sayur dan bakar kunyit sampai sedikit hangus, bahan  tersebut di tumbuk sampai halus lalu ramuan tersebut di minumkan ke ayam menggunakan air hangat, setengah sendok teh bubuk alami beras ketan dan kunyit cukup untuk ayam.  Berikan 2 kali sehari pada pagi dan sore. Baca selengkapnya pada artikel

4.    Menggunakan Tanaman Jengger Ayam
Obat diare alami lainnya bernama tanaman jengger ayam, tanaman ini juga bisa menjadi obat  alami dan efektif dalam mengobati penyakit diare pada ayam aduan. Caranya siapkan tanaman jengger ayam secukupnya lalu cuci tanaman jengger ayam sampai benar-benar bersih dan di rebus dengan air sebanyak 1 gelas, biarkan sampai airnya menjadi setengah gelas saja, lalu saring dan minumkan ramuan tersebut sebanyak dua kali dalam sehari. 

5.    Menggunakan Akar Jeruk Nipis

Ambil  akar jeruk nipis untuk di olah menjadi ramuan herbal yang bisa menyembuhkan penyakit.  Akar jeruk nipis cukup ampuh mengobati penyakit tersebut. Caranya anda ambil akar jeruk nipis secukupnya kemudian cuci terlebih dulu sebelum di olah. Akar jeruk nipis yang sudah bersih bisa langsung di rebus dengan air bersih sebanyak 2 gelas dan biarkan sampai airnya mendidih dan menjadi satu gelas, minumkan ramuan tersebut pada ayam  saat sudah hangat sebanyak satu kali di sore hari. 

6.    Menggunakan  Akar Bayam Duri

Pertama-tama siapkan akar bayam duri dan gula enau, kemudian cuci bersih akar bayam duri.  Setelah itu  rebus akar bayam duri dan tambahkan gula enau, rebus bahan tersebut sampai mendidih kemudian  diangkat saat airnya tersisa setengahnya, minumkan ramuan tersebut sebelum ayam aduan makan dan jangan lupa untuk meminumkan ramuan tersebut secara rutin sampai diare ayam  benar-benar sembuh

Dan sebaiknya ayam yang terkena diare tersebut di pisahkan dari ayam yang lain dengan mengurungnya ditempat yang hangat dan nyaman. Jangan lupa juga membersihkan kandang ayam. Sering terjadi  penyakit diare ini memang biasa terjadi saat perubahan musim. Semua bagian kandang sebaiknya ditaburi dengan gamping. Peralatan kandang dicuci dan dikeringkan setiap hari. Kotoran ayam dibersihkan setiap hari. Jangan biarkan binatang liar seperti tikus, kucing ataupun burung masuk ke areal peternakan. Sekian, semoga bermanfaat. Salam penghobi ayam laga.