Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Sabung Ayam Online. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Kisah Sejarah Sabung Ayam Di Indonesia

Sabung ayam merupakan permainan mengadu dua ekor ayam dalam sebuah kalangan atau arena (gelanggang). Adu ayam biasanya dilakukan hingga salah satu dari ayam lari atau kalah, bahkan hingga mati. Dari zaman dahulu sabung ayam dijadikan sebagai alat taruhan. 
 
Permainan menyabung ayam disebut juga sebagai berlaga ayam. Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah menjadi tradisi nenek moyang pendahulu di nusantara, bahkan semenjak zaman kerajaan Majapahit. Saat itu dikenal dengan istilah “menetak gulu ayam”. Kemudian tabuh rah meluas ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200. Sabung ayam permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan masyarakat sosial, budaya dan politik.
 
Kisah Sejarah Sabung Ayam Di Indonesia

Mengungkap Budaya Sabung Ayam di Indonesia

Budaya Sabung Ayam di Jawa sudah dilakukan sejak tahun 1900an. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari merupakan bukti keberadaan sabung ayam pada masa itu, beliau yang terbunuh akibat menyaksikan laga sabung ayam. Cerita rakyat Ciung Wanara juga mengisahkan tentang sabung ayam, dalam cerita ini mengisahkan bahwa nasib dan takdir seseorang ditentukan oleh kalah menangnya ayam di arena sabung ayam. Selanjutnya tidak berbeda dengan cerita rakyat Cindelaras, dalam cerita ini Cindelaras yang merupakan anak yang dinggal di hutan memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras, dan ternyata cindelaras adalah putra dari Raden Putra itu sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.
Di bali sabung ayam sudah berkembang sejak tahun 1915. di Bali permainan sabung ayam disebut dengan istilah Tajen. Tajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. 
Di Sulawesi Kisah Sabung Ayam sudah dikenal sejak tahun 1910. Cerita ini dijelaskan Dalam kitab La Galigo yang menceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).
Tadisi sabung ayam juga sudah dari dulu dikenal oleh masyarakat suku Bugis. Pada masyarakat suku bugis sabung ayam dikenal dengan istilah “Massaung Manuk” , yaitu sebuah permainan yang dilakukan para raja dan bangsawan Bugis pada zaman dahulu untuk memeriahkan pesta raja, perkawinan, panen raya dan pesta-pesta lainnya. Pada awalnya bukanlah ayam yang diadu melainkan mempertaruhkan para pemuda-pemuda akan di bawa ke medan pertempuran. Seiring berubahnya waktu maka pertaruhan itu diganti dengan Sabung Ayam. Kebudayaan sabung ayam pada masa itu tidak hanya dilakukan di dalam sebuah kerajaan, melainkan antarkerajaan yang tujuannya tidak lain adalah untuk kesenangan dan ajang adu prestasi.
Di zaman modern seperti yang kita rasakan pada saat ini, tidaklah asing lagi kita mendengar kata-kata “sabung ayam”. Sabung ayam masih sering di lakukan oleh masyarakat Indonesia sebagai kebiasaan, hobi, mata pencarian dan sebagainya. Pada saat ini perkembangan ayam aduan menjadi lebih fleksibel di karenakan banyaknya tipe ayam yang adu, misalnya saja ayam Bangkok, ayam birma, ayam Saigon dan ayam-ayam hasil dari persilangan lainnya. Semoga artikel dari saya ini bermanfaat.
thumbnail

Warna Bulu Ayam Aduan Yang Paling Dicari

Warna bulu ayam aduan yang palin dicari. Kebanyakan ayam aduan terutama ayam Bangkok umumnya memiliki bulu berwarna merah tua. Namun sekarang ini, sudah banyak pemain maupun peternak Sabung Ayam yang melakukan perkawinan silang antara ayam Bangkok dengan ayam aduan lainnya. Hal ini menghasilkan banyak ayam jenis baru dengan berbagai macam kombinasi warna yang bervariasi.

Seperti yang dilansir oleh Situs  Sabung Ayam Online melalui  dari keterangan kumpulan Sabung Ayam di arena pertarungan Sabung Ayam beberapa waktu yang lalu.

Warna Bulu Ayam Aduan Yang Paling Dicari

Dari perbincangan tersebut, diketahui ternyata ada 5 warna pada ayam aduan yang paling dicari dan diyakini memiliki keunggulan tersendiri. Berikut inilah warna-warna bulu tersebut :
1. Wiring Kuning 
Jenis warna ini umumnya didominasi corak dan warna kuning tua. Warna ini kelihatan pada bagian kepala, bulu rawis, bulu hias, bulu badan dan kaki termasuk juga paruhnya yang memiliki warna kuning tua.
2. Wiring Galih
Ayam aduan ini memiliki corak dan warna bulu yang agak gelap. Demikian juga dengan matanya yang berwarna hitam. Sementara bulu rawis atau bulu leher didominasi warna merah tua, dengan paruh berwarna hitam kabut, kaki dan tajinya berwarna hitam gelap.
3. Wisang Geni
Laksana tokoh dalam perwayangan, wisang geni yang memiliki arti racun api (Jawa). Ia memiliki warna yang sekilas lalu terlihat bagaikan merahnya kobaran api. Namun sebenarnya ia berwarna hitam kehijauan, hal ini karena kombinasi warna kuning cerah pada kakinya sehingga merah bulunya terlihat menyala. Ia memiliki sepasang mata berwarna merah bagaikan api yang menyala.
4. Dragem (Hitam) 
Dari namanya sudah dapat kita ketahui, ayam aduan ini memiliki bulu dominan hitam. Kendati demikian, ia memiliki bulu rawis yang berwarna agak kemerahan. Ini memiliki ciri yang unik yaitu, paruihnya yang berwarna hitam pudar, mata yang hitam dengan sorot mata yang tajam dan kaki berwarna hijau tua.
5. Blorok Madu 
Ayam blorok madu warna dasarnya didominasi warna putih dengan perpaduan warna hitam, hijau, merah tua dan bulu leher yang kuning, menyebar sampai punggungnya. Ciri khasnya adalah mata, paruh, kulit tubuh dan kaki berwarna putih.
Nah, itulah 5 warna bulu ayam aduan yang paling dicari dan dipercaya warna-warna tersebut memiliki kehebatan tersendiri dalam pertarungannya. Benar atau tidaknya kepercayaan tersebut tergantung penilaian kita masing-masing. Yang pasti ayam aduan dengan ke 5 warna tersebut saat ini sangat sulit ditemukan.
thumbnail

Mengenal Ayam Bangkok Songgo Bumi Yang Kesohor

Mengenal ayam Bangkok songgo bumi yang kesohor. Dalam dunia Sabung Ayam terdapat beragam jenis ayam aduan yang handal, namun ayam Bangkok lah yang paling banyak dijadikan sebagai ayam laga unggulan. Hal ini dikarenakan ia memiliki sifat, teknik dan mental tarung yang sangat luar biasa dalam pertarungannya. Akan tetapi dalam pembahasan ini yang akan kita bahas adalah ayam Bangkok songgo bumi.

Seperti yang berhasil di lansir Situs Judi Agen Sabung Ayam  melalui  dari keterangan kumpulan Agen Sabung Ayam beberapa waktu yang lalu di kalangan pemain  Sabung Ayam. 

Mengenal Ayam Bangkok Songgo Bumi Yang Kesohor 

Bedasarkan keterangan yang didapat, dikatakan bahwa ayam Bangkok sonngo bumi merupakan jenis ayam Bangkok yang terdapat di Indonesia dan juga merupakan jenis ayam laga yang paling ditakuti oleh pemain – pemain ayam aduan yang ada di Bangkok, Thailand.
Ayam yang memiliki katuranggan adalah jenis ayam khusus yang memiliki aura berbeda dengan ayam adauan lainnya. Saat ini ayam katuranggan yang paling ditakuti terutama di Indonesia adalah ayam Bangkok songgo bumi. Oleh banyak pemain judi sabung ayam dipercaya songgo bumi adalah ayam mistik Indonesia yang tak terkalahkan. Banyak yang mengatakan, dalam laganya ayam songgo bumi akan dengan mudah dan sangat cepat memenangkan pertarungan tanpa seorangpun menyadarinya.
Konon nama songgo bumi diberikan pada zamannya para wali. Dikatakan pada zaman itu, ayam bangkok songgo bumi selalu mengikuti dimana dan kemanapun para wali berada dan selalu melindungi wali -walinya. Adapun ciri – ciri fisik songgo bumi yang mudah dikenali adalah saat sedang tidur. Ia akan menjulurkan lehernya kedepan hingga menyentuh tanah.
Ciri dan Karakter
Songgo Bumi diyakini memiliki jiwa dan nyali serta mental tarung yang hingga kini tidak dapat di ungkapkan dengan kata – kata. Ia adalah jenis ayam Bangkok yang sangat cerdik mencari celah untuk menumbangkan lawannya. Begitu didapatkan peluang, ia akan segera menghajar untuk merobohkan lawannya.
Demikianlah pembahasan tentang ‘ Mengenal Ayam Bangkok Songgo Bumi Yang Kesohor ‘ . Semoga bermanfaat.